Puncak peringatan Dies Natalis Universitas Narotama (UNNAR) ke-37 digelar Rapat Terbuka, Kamis 15 Maret 2018 pukul 09.00 WIB di plaza gedung E kampus UNNAR Jl. Arief Rachman Hakim 51 Surabaya. Rapat Terbuka dengan tema “Ilmu, Amaliah, Amal, Ilmiah di Perguruan Tinggi” ini menghadirkan narasumber Dr. KH. Abdul Wahid Maktub (Staf Khusus Bidang Kerjasama Menristekdikti). Rapat tersebut dipimpin oleh Rektor Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP yang diikuti pejabat struktural universitas, para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa UNNAR.
Hadir dalam acara tersebut Arzetty Bilbina, SE, MAP (Anggota Komisi VIII DPR RI), Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA (Koordinator Kopertis Wilayah VII Jawa Timur), Ir. Eddy Surohadi (Konsul Kehormatan Republik Filipina untuk Jawa dan Bali), Prof. Dr. H.R. Soedarso Djojonegoro, AIF (Dewan Penyantun UNNAR), HR Djoko Soemadijo (Ketua Yayasan Pawiyatan Gita Patria/YPGP), Soepomo SW, SH, M.Si (Pembina YPGP), dr. Ida Surohadi, Sp.KK, dan Yatiningsih Madjid, SH, MH (Anggota YPGP), serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Surabaya.
Rektor mengatakan, pendidikan adalah sumber kekuatan inovasi karena pendidikan melahirkan sumber daya manusia yang handal dan terlatih, yang menentukan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global. Untuk menjadi penggerak inovasi bangsa yang besar ini, pendidikan yang berkualitas harus bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri. Hal ini penting untuk meningkatkan relevansi lembaga penyedia jasa pendidikan dalam memenuhi kebutuhan industri, mengembangkan inovasi, memenuhi tuntutan transformasi ekonomi dan menjadikan Indonesia kompetitif di tengah pasar Asia dan pasar global.
Saat ini sertifikasi kompetensi kerja merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan. Sertifikasi kompetensi memastikan bahwa tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut terjamin kompetensinya dalam melakukan suatu pekerjaan. UNNAR menyadari fungsi strategis ini bagi SDM Indonesia, oleh karena itu UNNAR memiliki LSP (lembaga sertifikasi profesi) yang memberikan sertifikasi kompetensi di berbagai bidang kepada seluruh mahasiswa, agar meningkatkan bargaining level dan daya saing mereka di pasar kerja nasional maupun internasional.
Sementara itu, Abdul Wahid Maktub dalam pidato dies menuturkan bahwa ilmu yang kita miliki akan menjadi lebih bernilai kalau ilmu tersebut diamalkan, sehingga bermanfaat dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Ketika satu perguruan tinggi telah berbuat bagaimana supaya ilmu yang dimilikinya dapat berguna bagi masyarakat luas, maka pertolongan Tuhan akan turun kepada institusi tersebut sehingga semakin berkembang serta memberikan manfaat yang lebih besar lagi terhadap umat manusia. [nar]
Foto: Rektor UNMAR Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST, M.HP (tengah), Arzetty Bilbina, SE, MAP dan Dr. KH Abdul Wahid Maktub (empat dari kanan) bersama pejabat tamu undangan.